
Tapin, SABANUA.COM – PT Kharisma Inti Usaha (KIU) menyiapkan personel dan peralatan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dalam maupun di luar wilayah konsesi perusahaan guna menjaga kelangsungan produksi crude palm oil (CPO) bagi kebutuhan dalam negeri.
Senior Estate Manager PT KIU Agustian mengatakan tim pemadam kebakaran internal yang disiapkan telah memperoleh pelatihan intensif dari Manggala Agni, brigade pengendalian karhutla Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang menjadi mitra perusahaan sejak 2020.
“Tim kami sudah siap. Tim inti kami saja berjumlah 60 personel di luar tim cadangan. Seluruhnya telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sesuai regulasi yang ditetapkan pemerintah,” kata Agustian pada Apel Siaga Kebakaran dan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) 2026 di Kabupaten Tapin, Selasa (14/7).
Ia menjelaskan, selain mendapatkan pelatihan dari Manggala Agni, tim pemadam kebakaran internal perusahaan bersama anggota KTPA juga mengikuti pelatihan teori dan praktik yang diselenggarakan secara berkala oleh PT KIU untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.
Ratusan personil dari KTPA ini tersebar dari sejumlah desa yang ada di tiga kecamatan : Tapin Tengah, Candi Laras Utara hingga Binuang.
“Tahun lalu kami melaksanakan pelatihan bersama Manggala Agni. Kami terus melakukan penyegaran kemampuan tim pemadam kebakaran agar tetap siap menghadapi kondisi di lapangan,” ujarnya.
Menurut Agustian, perusahaan juga secara rutin melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik yang berpotensi mengalami kebakaran sebagai bagian dari upaya pencegahan dini.
Pemantauan dilakukan melalui sejumlah menara pengawas yang tersebar di area perkebunan. Seluruh petugas di lapangan diwajibkan menyampaikan laporan kondisi kebun setiap satu jam sekali.
“Melalui menara pantau kami terus memonitor kondisi kebun, dan setiap satu jam petugas menyampaikan laporan sehingga potensi kebakaran dapat segera diantisipasi,” kata Agustian.
Agustian mengatakan PT KIU mencakup luas 17.000 hektare, dengan 14.661 hektare merupakan kebun inti dan sisanya plasma milik masyarakat. Seluruh hasil produksi dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri.
“PT KIU juga telah mengantongi sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) dan RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan,” ujarnya.

Agustian bilang mitigasi karhutla ini juga sebagai perlindungan untuk menjamin ekonomi 2.500 pekerja tetap berlanjut, karena bergantung dari kebun yang saat ini dikelola oleh PT KIU.
“Target kita tahun ini tak ada titik hostpot. Sama seperti tahun sebelumnya,” ujarnya.
Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika memberikan apresiasi kepada manajemen PT KIU yang telah menyikapi potensi kebakaran dengan apik dan terukur.
“Harapan kita PT KIU dapat melaksanakan kegiatan dengan baik dan bisa melakukan koordiansi apabila ada titik api yang di luar kendali agar bisa kita antisipasi kerugian yang lebih besar,” ucapnya usai memonitoring kesiapan personil dan alat PT KIU.
AKBP Weldi menyampai apa yang telah dilakukan PT KIU ini selaras dengan atensi Polri terkait antisipasi karhutla.









