Kapolres Tapin Apresiasi Kesiapan PT KIU Antisipasi Karhutla

"Semoga tahun ini tidak ada titik api yang mengganggu maupun merugikan PT KIU dan wilayah sekitarnya,"

Jajaran PT KIU tunjukan kesiapan perlengkapan pemadam kebakaran kepada Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika, Selasa (14/7/2026).

Tapin, SABANUA.COM – Kapolres Tapin, Polda Kalimantan Selatan, AKBP Weldi Rozika mengapresiasi kesiapan PT Kharisma Inti Usaha (KIU) dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penyediaan personel, peralatan, serta penguatan koordinasi dengan masyarakat dan instansi terkait.

Apresiasi tersebut disampaikan Weldi saat memimpin Apel Siaga Antisipasi Kebakaran Kebun dan Lahan serta Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) di area perkebunan PT KIU, Kabupaten Tapin, Selasa (14/7).

“Semoga tahun ini tidak ada titik api yang mengganggu maupun merugikan PT KIU dan wilayah sekitarnya,” kata Weldi.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres meninjau kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla, personel pemadam kebakaran, serta simulasi pemadaman api yang diperagakan tim internal perusahaan.

“Secara keseluruhan kesiapan PT KIU sudah baik. Kami berharap perusahaan dapat terus melaksanakan upaya pencegahan secara optimal dan segera berkoordinasi dengan aparat apabila terdapat titik api yang berada di luar kemampuan penanganan sehingga kerugian yang lebih besar dapat dicegah,” ujarnya.

Senior Estate Manager PT KIU Agustian mengatakan perusahaan telah menyiapkan tim pemadam kebakaran internal bersama Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) yang berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Tapin Tengah, Candi Laras Utara, dan Binuang.

Menurut dia, seluruh personel telah mengikuti pelatihan intensif bersama Manggala Agni, brigade pengendalian karhutla Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang menjadi mitra perusahaan sejak 2020.

“Tim inti kami berjumlah 60 personel di luar tim cadangan. Seluruhnya telah dilengkapi sarana dan prasarana sesuai regulasi pemerintah,” kata Agustian.

Ia menjelaskan pelatihan bagi tim pemadam tidak hanya dilakukan bersama Manggala Agni, tetapi juga melalui program penyegaran kemampuan yang diselenggarakan perusahaan secara berkala.

“Kami terus melakukan penyegaran kemampuan tim pemadam kebakaran agar tetap siap menghadapi kondisi di lapangan,” ujarnya.

Selain menyiapkan sumber daya manusia, PT KIU juga melakukan pemantauan rutin terhadap titik-titik rawan kebakaran melalui menara pengawas yang tersebar di area perkebunan. Setiap petugas diwajibkan menyampaikan laporan kondisi lapangan setiap satu jam sebagai bagian dari sistem peringatan dini.

“Melalui menara pantau kami terus memonitor kondisi kebun sehingga potensi kebakaran dapat segera diantisipasi,” kata Agustian.

Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika menyaksikan MoU terkait kesiapan antisipasi karhutla di PT KIU Kabupaten Tapin, Selasa (14/7/2026).

Agustian menambahkan PT KIU mengelola areal seluas sekitar 17.000 hektare, terdiri atas 14.661 hektare kebun inti dan sisanya kebun plasma milik masyarakat. Seluruh hasil produksi crude palm oil (CPO) perusahaan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Ia mengatakan perusahaan juga telah mengantongi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan.

Menurut Agustian, upaya mitigasi karhutla juga bertujuan menjaga keberlangsungan aktivitas usaha dan melindungi mata pencaharian sekitar 2.500 pekerja yang bergantung pada operasional perkebunan PT KIU.

“Target kita tahun ini tak ada titik hostpot. Sama seperti tahun sebelumnya,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *