Kepala BPPSDMP Kunjungi Cirebon, P4S Sarongge Olah Sampah Jadi Berkah

IMG 20240202 WA0091

CIREBON, sabanua.com – P4S Sarongge yang berada Desa Ciawigajah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cirebon dibuktikan pertanian memiliki banyak sektor yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan uang.

Lembaga yang meraih Sertifikasi Klasifikasi P4S sebagai Kelas Pratama ini sukses mengolah sampah menjadi berkah.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pertanian adalah sektor yang sangat menjanjikan jika ditekuni dengan serius.

“Baik dari hulu sampai hilir, pertanian menyajikan banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Oleh sebab itu, kita berharap anak-anak juga terjun memanfaatkan peluang tersebut,” inginnya.

P4S merupakan salah satu lembaga masyarakat yang dimiliki dan dikelola petani langsung baik secara perorangan maupun kelompok dalam meningkatkan peran aktif pembangunan pertanian melalui pengembangan sumber daya manusia pertanian seperti pelatihan, penyuluhan, dan pendidikan.

Keberadaan P4S dalam suatu wilayah pertanian sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia petani ke depannya. Sehingga peran serta kelembagaan pertanian ini sangat dirasa positif oleh masyarakat khususnya petani.

Peran P4S sangat strategis dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia petani dalam mewujudkan kader-kader petani yang dapat bersaing di masa depan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nuryamsi menyebutkan bahwa P4S Sarongge sebagai contoh pengolahan sampah rumah tangga, secara profesional sehingga menghasilkan.

Dalam satu bulan, dari satu desa ciawigajah limbah  sampah yang dihasilkan 400 ton, dari sampah tersebut komposisi nya 40 persen dan 60 persen organik.

“Saya melihat proses mesinnya yang semua produksi dalam negeri, yang sampah organik setelah dikeringkan dan diproses fermentasi kemudian dicampur dengan pupuk kandang menghasilkan pupuk kompos/organik. Pupuk yang dihasilkan dapat meningkatkan produksi mulai dari 40-90%,” ucap Dedi.

40 persen sampah non organik 5 persen sampah kaleng, 15 persen botol minuman mineral dan 20 persen plastik diproses dengan mesin pencacah.

“Ada yang dipadatkan dan menjadi sumber energi ada juga yang didaur ulang sehingga dapat dimanfaatkan. Apa yang dilakukan P4S ini sangat bermanfaat karena selain menghasilkan juga ramah lingkungan,” ujar Dedi.

“Saya berharap apa yang dilakukan P4S Sarongge ini dapat menjadi contoh dan ditiru oleh P4S lain dan proses pemanfaatan sampah terus berjalan,” tambahnya.

IMG 20240202 WA0089

P4S Sarongge sendiri bergerak dalam ketahanan pangan khususnya dalam produksi pupuk organik yang berasal dari limbah/sampah rumah tangga warga desa sekitar.

Selain pengolahan sampah, P4S Sarongge mengelola lokasi Agrowisata seluas 5 HA dengan komoditas tanaman pangan, hortikultura dan peternakan.

Hal ini dijelaskan Nunung Nurhadi, Pembina P4S Sarongge, Desa Ciawigajah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cirebon.

“Lembaga kami bergerak dalam ketahanan pangan khususnya dalam produksi pupuk organik yang berasal dari limbah/sampah rumah tangga warga desa sekitar. Istilahnya kami mengolah sampah, menjadi berkah karena menghasilkan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa di sini sudah ada mesin pengolahan sampah, yang proses awal mulai dari memisahkan sampah organik dan non organik.

“Dimana untuk non organik seperti botol air kemasan dan kaleng, dimasukan mesin pencacah dan hasilnya sudah ada yang menampung dari pihak ketiga. Untuk sampah organik, diolah menjadi pupuk kompos/organik,” jelasnya. (JK/AG).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *