Solusi Pupuk Mahal BBPP Kementan Luncurkan Inovasi Biotron

TAPIN, sabanua.com – BBPP Binuang luncurkan Biotron, Kementerian Pertanian Republik Indonesia ajak masyarakat menggunakan Bio char three in one (Biotron) untuk menghadapi langka dan mahalnya harga pupuk kimia, Rabu (28/6/2023).

Pembuatan Biotron ini sangat mudah dan bahannya juga gampang didapatkan. Adapun proses pembuatan Biotron dari limbah pertanian dan ternak, pupuk organik cair dan hayati.

Proses Pirolysis yaitu proses pembakaran Biomasa tanpa oksigen dilanjutkan proses penghalusan partikel ukuran 80-100 mesh, proses aktivasi, dan pengkayaan nutrisi dan hayati.

Sedangkan cara implementasikan yakni :

Pencampuran urea 3, NPK 4 bagian, Pencampuran pupuk kendang 10 s.d 20 bagian dan masing-masing ditambah Biotron 1 bagian. Untuk kebutuhan 200 kg biotron/hektar.

Aplikasi inovasi Biotron (Biochar Three In One) yang dihasilkan Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, Kalimantan Selatan berhasil masuk Top Finalis Inovasi Pelayanan Publik.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan dengan berbagai kelebihan inovasi ini, diharapkan dapat membantu petani mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Syahrul mengatakan, saat ini tantangan pembangunan pertanian kian besar.

Selain, adanya perubahan iklim (climate change), juga terjadi degradasi lahan, sarana produksi terbatas, khusus pupuk kimia kian mahal, produksi juga tidak efisien dengan penurunan produktivitas lahan.

“Karena itu, sekarang ini kita tidak bisa lagi dengan cara lama, tapi harus sudah menggunakan cara baru dalam meningkatkan produksi pangan,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan dalam inovasi ini Biotron yang mengandung biochart digunakan untuk pembenah tanah dengan memberikan sumber nutrisi organik atau pupuk organik.

”Biotron hadir sebagai solusi disaat pupuk kimia mahal. Biotron mendukung ketahanan pangan nasional berbasis pertanian berkelanjutan dan mandiri. Biotron akan segera diimplementasikan di dalam program Genta Organik di seluruh pelosok tanah air,” tambah Dedi.

Terpisah, Kepala BBPP Binuang Bambang Haryanto mengatakan Inovasi Biotron sangat efisien dan biaya murah untuk meningkatan kesuburan tanah hingga produksi pertanian.

Mari kita biasakan masyarakat membuat Biotron. Sehingga petani di tanah air bisa memanfaatkan Biotron, karena dengan adanya Biotron pemerintah bisa menghemat subsidi anggaran yang dikeluarkan.

”Yang tadinya sangat banyak subsidi yang dikeluarkan dengan adanya Biotron pemerintah bisa menurunkan anggaran sebanyak 40-50 persen,” tutupnya. (JK/AG/SB05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *