BBPP Kementan Tingkatkan Kapasitas PPL Program Food Estate Laksanakan Pelatihan Kewirausahaan

PALANGKA RAYA, sabanua.com – BBPP Binuang motivasi PPL program Food Estate Kalimantan Tengah hadirkan Kepala BPPSDMP Kementan tutup Pelatihan Kewirausahaan “Peningkatan Kapasitas PPL dalam meningkatkan produktivitas lahan sawah di kawasan food estate Provinsi Kalimantan Tengah 12 s/d 14 Juli 2023 di Aula BSIP Kalteng.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan modal bangsa Indonesia adalah Pertanian. Keuntungan bisnis Pertanian pun tersebar mulai dari hulu hingga hilir yang bisa digeluti petani.

Baginya menjadi petani yang berwirausaha di Indonesia adalah orang keren dan memastikan diri sebagai orang mampu secara finansial.

”Pertanian harus mampu mencukupi kebutuhan barang komoditas pertanian sekaligus jasa yang terkait. Dengan kata lain, untuk memajukan pertanian, khususnya meningkatkan kesejahteraan petani, peningkatan produksi dan produktivitas di sub sektor budidaya saja tidak cukup,” tegas Yasin.

Kepala BPPSDMP Kementan Dedy Nursyamsi berkesempatan hadir langsung pada kegiatan penutupan pelatihan untuk memberikan motivasi dalam meningkatkan kapasitas PPL lokasi Food Estate di Kalimantan Tengah.

Pada Penutupan ini Kepala BPPSDMP sekaligus melakukan melantik pengurus KOMDA PERAGI Kalteng.

”Tunjukkanlah bahwa PPL itu ada dan bermanfaat bagi seluruh pelosok tanah air Indonesia. Oleh karena itu PPL harus ada tindakan yang nyata untuk pembangunan pertanian di setiap daerah masing-masing,” jelas Dedi.

Bagaimana cara kita mendongkrak produktivitas, meningkatkan kualitas dan menekan cost produksi pertanian.

”Karena itu semua menjadi parameter kunci keberhasilan pembangunan pertanian di seluruh daerah Indonesia yang memiliki tujuan untuk menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggejot ekspor pertanian,” ujarnya.

Dalam sambutan Kepala BBPP Binuang, Bambang Haryanto menyampaikan kepada peserta agar dapat memanfaatkan momen ini untuk menggali pengetahuan dan mencari solusi untuk setiap tantangan yang dihadapi di daerah masing-masing.

”Pelatihan ini dapat memberi manfaat yang signifikan untuk peningkatan keterampilan dan pengetahuan peserta, memperkuat jaringan antar peserta dan mendukung program Food Estate dalam mencapai target produktifitas,” jelasnya.

”Agar dapat terwujudnya tujuan pembangunan pertanian yaitu menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, serta melakukan ekspor untuk memperluas pasar,” pinta Bambang.

Rangkaian kegiatan selanjutnya, pemaparan materi dari narasumber Suparman, SP.,MP tentang peningkatan produktivitas tanaman pangan di daerah pasang surut food estate oleh BSIP Kalteng, Susilawati, SP., M.Sc pengelolaan kesuburan tanah sawah rawa pasang surut Food Estate Kalimantan Tengah oleh BSIP Rawa (Ani ) dan potensi pengembangan tanaman hortikultura pada Food Estate Kalimantan Tengah oleh BRIN.(JK/AG/SB05).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *