Tapin  

Turunkan Kasus Stunting, SOPD Diminta Bekerjasama

Turunkan Kasus Stunting, SOPD Diminta Bekerjasama

Rantau, sabanua.com – Bupati Tapin HM Arifin Arpan pinta semua pihak dapat terlibat dalam penanganan kasus stunting di Kabupaten Tapin, Karena Stunting sendiri merupakan permasalahan semua lintas sektor.

“Saya harap semua satuan organisasi perangkat daerah dapat bekerjasama untuk menangani kasus stunting,” Pinta Bupati Tapin HM Arifin Arpan, saat
menghadiri sekaligus membuka rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting dan sosialisasi rencana aksi nasional penurunan angka stunting Indonesia (Ran Pasti) Tingkat Kabupaten Tapin. Jumat (1/4/2022) bertempat Aula Tamasa Kantor Bupati Tapin.

Menurut Bupati Tapin, kasus stunting ini harus bisa dituntaskan dan tidak bisa kerjakan oleh satu dinas, harus bersama-sama.
Berharap kepada SOPD yang ada keterpaduan dalam program stuntin, agar bisa menganggarkannya, sehingga dalam pelaksanaan dilapangan sudah siaptidak ada lagi yang berbicara tidak ada dananya.

“Dalam melaksanakan program percepatan penurunan stunting, perlu kebersamaan semua pihak yang terlibat didalamnya, karena tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, “ jelas Bupati.

Ditegaskan Bupati dua periode ini, apa yang kita lakukan ini adalah berkaitan hidup seseorang agar tidak terjadi stunting, ini tantangan tidak mudah karena untuk menyuruh sehat sulit, tetapi alangkah baiknya dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan baik dan benar.

Sementara Kepala BKKBN Prov Kalsel Ramlan mengatakan, penurunan angka stunting ini merupakan proritas program nasional yang harus dilaksanakan, karenamana ditargetkan 14 persen menurunkan angka stunting pada tahun 2024.

“Kometmen kepala daerah dan jajarannya, khusunya di tapin tentunya sangat luar biasa dukungannya dalam upaya percepatan pencegahan stunting, “ ujarnya.

Foto Bupati Tapin HM Arifin membuka rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting

Diakuinya, dirinya melihat Tapin sudah melakukan berbagai macam cara dalam upaya penuruan stunting, ada inovasi Si Lanting dan juga Si Dama Suka Ceting, yang mana itu semua berhubungan dengan penurunan stunting.

Berharap dengan pertemuan ini tentunya, dapat mempermudah dalam penyelenggaraan pencegahan dan penurunan stunting.

Kepala Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Tapin Hj Ahlul Jannah melaporkan, bahwa kegiatan ini adalah rapat Rapat kooridnasi dan sosialisasi rencana aksi nasional tentang percepatan penurunan angka stunting Indonesia Ran Pasti tangka Kabupaten Tapin.

“Kegiatan ini tindak lanjut Ranpat koordinasi bersmaa di Prov Kalsel ini dan Kabupaten Tapin pertama yang menyelenggarakannya sekaligus persiapan rencana aksi percepatan penuruanan angka stunting di Kab Tapin, “katanya.

Tujuan hasil dari pertemuan ini, kita ingin sekali bahwa faktor stunting yang ada di Tapin, khusunya dari Keluarga Berencana memulai dengan mensosialisasikan calon pengantin, kemudian menjadi pasangan usia subur, keikutsertaan KB, memberikan layanan Kesehatan bagi pasangan pengantin.

“Sehingga dengan keikutsertaan ber KB insha Allahpasangan subur kita tidak akan melahirkan anak yang stunting, “ ujarnya.
Dalam pertemuan ini di ikuti 13 lintas sector di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapin dan 2 instansi vertical diluar Pemkab Tapin yang akan bekerjasama dalam percepatan penurunan stunting.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Kepala BKKBN Prov Kalsel Ramlan, Ketua Tim Penggerak PKK Tapin Hj Ratna Ellyani Arifin, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Hj Ahlul Jannah serta Kepala SOPD Terkait Lingkungan Pemkab Tapin. (SB01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *