Tapin  

Tapin Terus Tambah Luas Lahan Cabai

Tapin Terus Tambah Luas Lahan Cabai

Rantau, sabanua.com – Ketersediaan stok cabai menjadi permasalahan di Indonesia setiap tahunnya, untuk itu Pemerintah Kabupaten Tapin berencana akan melakukan perluasan lahan Cabai Rawit Hiyung khususnya.

Cabai Hiyung merupakan Cabai terpedas khas Kabupaten Tapin ini memang menjadi atensi khusus Pemerintah Daerah karena menjadi cabai rawit terpedas di Indonesia.

Kepala Dinas Pertanian Tapin, Wagimin mengatakan bahwa pengembangan cabai rawit hiyung sudah diprogramkan per tahun untuk dilakukan perluasan.

“Perluasan tanam sebanyak 25 hektar pertahunnya,” jelasnya.

Wagimin mengatakan saat ini, lahan produktif untuk tanam cabai rawit hiyung di desa hiyung mencapai 148 hektar dan Alhamdulillah terus mengalami berkembang setiap tahun.

“Pada 2019 lalu ada 102 hektar. Sejak itu, melalui APBD program untuk perluasan lahan dan pengembangan media tanam dicanangkan pemerintah daerah secara berkala,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Karya Baru, Junaidi mengatakan saat ini sedang musim panen. Harga cabai rawit di pasar tradisional sedang mengalami kenaikan.

“Untuk Kelompok Tani Karya Baru kurang lebih ada 250 petani yang mengalami keuntungan signifikan,” jelasnya.

Ia mengatakan harga pasaran cabai rawit di lokal mengalami kenaikan yakni 100-120 ribu per kilo.

“Sedangkan harga sebelumnya yakni 60-70 ribu per kilo,” lanjutnya.

Ia mengatakan dari 148 hektar, proses panen akan dilakukan secara bertahap sesuai umur tanam dan buah yang dihasilkan.

“Untuk tahun ini, apabila kondisi iklim bagus, maka hasil panen bisa mencapai 25 kali hingga Desember 2022 mendatang,” lanjutnya.

Ia mengatakan saat ini hasil panen baru mencapai 25 persen dan setiap tahun para petani mendapatkan panen sampai 35 kilo cabai rawit hiyung yang segar.

Ia juga mengakui, selain cabai rawit Hiyung segar, para petani juga sudah siap dengan produk turunan yakni abon cabai rawit hiyung yang diolah di rumah industri milik kelompok tani di Desa Hiyung.

“Khusus produk turunan Cabai Rawit Hiyung segar sudah disiapkan untuk produk turunannya sebanyak satu ton,” jelasnya.

Untuk diketahui, Cabai rawit hiyung yang memiliki tingkat kepedasan hingga 94.500 ppm ini berdasarkan penelitian dari laboratorium pengujian Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen, Kementerian Pertanian telah diakui dan terdaftar resmi sebagai varietas tanaman lokal khas Kabupaten Tapin dengan nomor pendaftaran 09/PLV/2012 sejak April 2012 lalu. (SB04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *