Tapin  

Promosikan Pertanian, BBPP Binuang Gaet Petani Milenial Sebagai Brand Ambassador

Promosikan Pertanian, BBPP Binuang Gaet Petani Milenial Sebagai Brand Ambassador

Rantau, sabanua.com – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang saat ini mulai konsen dalam memberikan pendampingan dan pembinaan kepada petani milenial dan masyarakat sekitar di BBPP Binuang.

“Walaupun saat ini sudah mulai banyak para petani milenial bermunculan, namun dalam hal jumlah masih kalah dari petani tua. Hal inilah kenapa pihak BBPP Binuang terus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada petani milenial,” Ungkap Kepala BBPP Binuang, Dr. Ir. Yulia Asni Kurniawati, M.Si.

Menurutnya, dalam pembangunan pertanian tidak langsung harus jadi, namun dilakukan secara bertahap salah satunya berupa penumbuhan korporasi bagi petani milenial, terutama di sekitar wilayah Kabupaten Tapin, yang terletak Kantor BBPP Binuang.

“Kita bergerak membangun pertumbuhan korporasi petani milenial yang di mulai dari unit terkecil dulu yaitu desa,” Ujarnya Yulia.

Diakuinya, Setelah di desa sudah bisa berkembang penumbuhan korporasi, baru kita melebarkan pada pemberdayaan petani milenial kecamatan hingga kabupaten, agar pemerataan program baik yang sudah dan akan berjalan nantinya tepat sasaran dan berhasil guna, serta dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar baik itu manfaat, hasil, maupun dampak pertumbuhan ekonominya.

Sebagai langkah awal, Pihak BBPP Binuang melalui Kabag Umum BBPP Binuang Arfan Suleman Korompot S. STP, beserta Koordinator Program dan Evaluasi Dr. Joko Tri Harjanto ST. MMA, mengundang salah satu petani milenial yang ada di Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin, yakni Maulana Akbar, yang digagas pihak BBPP Binuang Sebagai Calon Duta Young Ambassador, Ketua Gapoktan Kecamatan Binuang dan Ketua P4S Muda Berkarya dapat menjadi model penumbuhan korporasi di wilayah Desa Binuang.

Dijelaskan Dr. Joko, dipilihnya Maulana Akbar sebagai contoh petani milenial karena, dirinya juga merupakan Duta Petani Milenial Kementerian Pertanian diharapkan dapat mengusulkan proposal sebagai bentuk keseriusan dan semangat kerja yang akan kita bangun di desa kita, untuk dapat mengenalkan desa kita beserta integrasi pertaniannya, kepada Kementerian Pertanian.

“Mas Lana, yang juga merupakan ketua kelompok tani plasma, dalam hal ini telah menyiapkan kelompok tani plasma kelapa sawit sebagai lahan produksi,” Ucapnya, Sambil bincang – bincang santai seusai Sholat Terawih, (14/04/2022)

Tidak hanya itu, Untuk mewujudkan kemajuan pertanian di Kabupaten Tapin khususnya swasembada daging dalam menyambut IKN di Kaltim. Pihak BBPP Binuang siap memberikan pendampingan kepada para petani selama 24 jam

“Apabila diperlukan kami siap meluangkan waktu 24 jam untuk pendampingan bagi petani melinial secara formal maupun non formal,” Imbuhnya

Joko menambahkan, bahwa peternakan terintegrasi kelapa sawit dapat meningkatkan nilai tambah, dan memanfaatkan limbah yang dihasilkan menjadi hal yang bermanfaat dan bernilai jual (prinsip zero waste).

Hal yang sama ditambahkan, Arfan Kita harus bangun petani muda di sekitar kantor BBPP Binuang, untuk dijadikan percontohan penumbuhan korporasi melalui pembinaan usahatani terintegrasi sawit dan ternak.

“Siapkan kelompok tani yang kompeten dan mau bekerja keras untuk menjadikan Tapin sebagai sentra produksi daging menjelang persiapan IKN baru,” tegas Arfan.

Hadir dalam diskusi tersebut Agus Sumantri (Sub Koordinator Program dan Kerjasama BBPP Binuang) dan Rizky Permana (Sub Koordinator Humas BPPSDMP Kementan). (SB02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *