Tapin  

Peduli Penyuluh, BPPSDMP Kementan Gelar Pelatihan Dasar Fungsional

Peduli Penyuluh, BPPSDMP Kementan Gelar Pelatihan Dasar Fungsional

Rantau, sabanua.com – Pelatihan dasar fungsional bagi penyuluh pertanian merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian untuk meningkatkan skill dan kemampuan serta persepsi para penyuluh pertanian khususnya di Kalimantan Selatan.

Untuk itu Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang menggelar pelatihan dasar fungsional bagi penyuluh pertanian yang diikuti para penyuluh pertanian se Kalimantan Selatan, Jumat 24/06.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati yang diwakili oleh Kabag umum, Arfan Suleman Korompot.

Sesuai arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo melalui Kepala BPPSDMP , Dedi Nursyamsi, jika ingin pertanian maju maka maju terlebih dahulu kualitas SDM khususnya Penyuluh Pertanian . K arena itu dengan Penyuluh Pertanian yang berkualitas bisa menghadirkan inovasi dan terobosan yang dibutuhkan petani.

Tugas Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) adalah meningkatkan kapasitas SDM pertanian, yang bertujuan untuk mendukung dan mewujudkan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Guna mendukung kegiatan tersebut diperlukan SDM pertanian yang berkualitas, andal, berkemampuan manajerial, kewirausahaan, dan organisasi bisnis, sehingga pelaku pembangunan mampu membangun usaha dari hulu sampai dengan hilir yang berdaya tinggi.

Kabag umum BBPP Binuang, Arfan Suleman Korompot mengatakan berdasarkan Permenpan RB tentang jenjang jabatan fungsional penyuluh pertanian terdiri atas penyuluh pertanian terampil dan penyuluh pertanian ahli yang mana kedua jabatan fungsional tersebut harus telah mengikuti serta lulus dalam pendidikan dan pelatihan dasar penyuluh pertanian.

“Untuk memegang jabatan fungsional para penyuluh harus mengikuti pelatihan ini,” Bebernya.

Ditambahkannya, Pelatihan dilaksanakan selama 21 Hari dari tanggal 24 Juni 2022 hingga 14 Juli 2022, dan diikuti 24 peserta yakni, Kalimantan Selatan 19 orang, Kalimantan Tengah 3 Orang, dan Kalimantan Utara 2 Orang.

Sementara itu, Dr Joko Tri Harjanto ST, MMA Koordinator program dan evaluasi BBPP Binuang mengakui bahwa saat ini di Indonesia serta di Kalimantan Selatan masih banyak para penyuluh yang belum mengikuti Pelatihan dasar fungsional ahli. Yang mana hal ini nantinya berpengaruh besar bagi para penyuluh yang tidak bisa naik pangkat.

“Penyuluh yang tidak mengikuti Pelatihan dasar fungsional ahli tidak dapat naik pangkat atau promosi jabatan,” Ungkapnya.

Lanjutnya, Karena era saat ini berbeda dengan yang lama, sebelumnya para penyuluh tidak perlu mengikuti pelatihan untuk naik pangkat hanya melalui masa kerja saja. Sedangkan saat ini perlu pelatihan dan terampil agar para penyuluh dapat berkembang dan tidak monoton.

“Dengan adanya pelatihan ini para penyuluh pertanian dapat lebih berkembang dan memiliki kesempatan untuk naik ke jenjang selanjutnya,” Ujarnya.

Dirinya juga menekankan pelatihan ini merupakan bentuk kepedulian Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang kepada para penyuluh pertanian yang merupakan garda terdepan untuk membimbing para petani sehingga pertanian di Indonesia dapat berkembang.

“Berharap balai – balai lainnya dapat melaksanakan pelatihan seperti ini sehingga para penyuluh pertanian kita dapat berkembang,” Harapnya. (mia/agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *