Tapin  

Kementan gelar pelatihan mendukung Korporasi di Kawasan Food Estate

Kementan gelar pelatihan mendukung Korporasi di Kawasan Food Estate

Rantau, sabanua.com – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang selaku unit pelaksana teknis Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian senantiasa menjaga komitmennya untuk melahirkan sumber daya manusia pertanian yang berdaya saing, maju, mandiri dan modern.

Pelatihan kali ini dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kapuas Murung, Kab Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. Adapun tema pelatihannya adalah Pelatihan Tematik Berbasis Korporasi mendukung Food Estate Kalimantan Tengah Angkatan X (Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani).

Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 02 – 04 Juni 2022. Adapun peserta pelatihan ini adalah pengurus dan petugas pendamping Gapoktan Bersama dan Duta Petani Milenial (DPM) yang sudah menjalankan aktifitas organisasi Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau dengan total jumlah 30 orang peserta.

Adapun tujuan pelaksanaan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan petani untuk membentuk kelembagaan ekonomi petani berbasis agribisnis yang berbadan hukum di kawasan food estate Kalimantan Tengah dan untuk meningkatkan kemampuan kelembagaan ekonomi petani dalam mengelola usahatani melalui pengembangan bisnis plan, kemitraan usaha dan administrasi keuangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementan, Prof Dedi Nursyamsi menyampaikan Korporasi petani memerlukan percepatan adopsi modernisasi pertanian oleh petani; memfasilitasi pengembangan agroindustri melalui penyuluhan pelatihan dan pendidikan; membangun usaha tani berskala ekonomi berorientasi pasar dan kawasan (sinergi manajemen sistem hulu-hilir).

Sedangkan Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang Dr. Ir. Yulia Asni Kurniawati, M.Si, pernah menyampaikan bahwa pengembangan KEP diharapkan dapat mempermudah petani untuk menjangkau akses ke sumber permodalan, sarana dan prasarana pertanian, asuransi pertanian, layanan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian yang tentu saja perlu kolaborasi antar penyuluh (pemerintah, swasta dan swadaya) dalam kegiatan pembinaannya.

Selain itu, hadirnya KEP diharapkan dapat menumbuhkan petani-petani milenial yang dapat mendongkrak produksi strategis nasional karena tidak hanya kemandirian pangan yang menjadi sasaran akhir tetapi perlu juga produk pertanian kita berorientasi ekspor.

Saat diminta pendapat terkait Kelembagaan Ekonomi Petani, Widyaiswara Tota Totor Naibaho menjelaskan bahwa KEP itu merupakan organisasi yang melaksanakan kegiatan usahatani dari hulu sampai hilir yang ditumbuhkembangkan oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum (koperasi atau badan usaha milik petani lainnya).

Setiap pengurus KEP atau Gapoktan harus sudah terampil dalam pembukuaan dan administrasi keuangan organisasi. Membangun kawasan Food Estate Kalimantan Tengah harus dengan penuh kesabaran karena kita sedang membangun peradaban manusia yang dulunya masih fokus membangun pertanian dengan cara konvensional menuju smart farming jadi harus penuh dengan kesabaran dan konsistensi yang kuat di dalam diri pengurus – pengurus Gapoktan Bersama agar tercipta KEP yang kuat dan mampu mensejahterakan semua anggota. (SB02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *