
RANTAU, sabanua.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Munggu Talu, Desa Suato Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, kembali menunjukkan kiprahnya dalam pengelolaan usaha desa dengan transparansi dan akuntabilitas tinggi.
Dalam kegiatan Musyawarah Desa sekaligus penyerahan Pendapatan Asli Desa (PAD) Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Desa Suato Tatakan memberikan penghargaan kepada sejumlah mitra usaha atas dukungan mereka terhadap penguatan BUMDes.
Acara yang digelar di Aula Kantor Desa Suato Tatakan ini dihadiri Ketua DPRD Tapin Achmad Riduan Syah, Camat Tapin Selatan Reza Alghfari, Plt Kepala Dinas Sosial Tapin H. Syafrudin, serta perwakilan perusahaan dan masyarakat desa.
Kepala Desa Suato Tatakan, Fahmi Sadikin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang kini memasuki tahun ketiga.
Penyerahan PAD dilakukan secara terbuka sebagai bentuk komitmen pemerintah desa untuk memastikan keberadaan BUMDes dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Tahun ini, hasil usaha BUMDes kita distribusikan untuk mendukung enam langgar dan satu masjid dengan total bantuan Rp21 juta. Transparansi ini adalah komitmen kami sejak awal pembentukan BUMDes agar masyarakat dapat melihat langsung pemanfaatan hasil usaha,” jelas Fahmi.
BUMDes Munggu Talu saat ini mengelola tiga unit usaha utama, yaitu penjualan air bersih, pengangkutan sampah, dan jasa rental kendaraan operasional yang didukung permodalan Bank Kalsel. Unit usaha ini tak hanya menopang pendapatan desa, tetapi juga menyerap tenaga kerja lokal.
“Sekarang rata-rata pendapatan karyawan minimal Rp3,7 juta per bulan. Sebagian besar dari mereka adalah pemuda desa yang awalnya belum berpengalaman, tapi kini justru banyak direkrut perusahaan di sekitar sini,” tuturnya
Sementara itu, Ketua DPRD Tapin, Achmad Riduan Syah, memberikan apresiasi tinggi kepada BUMDes Munggu Talu yang dinilainya berhasil menunjukkan keterbukaan dan akuntabilitas pengelolaan usaha desa.
“BUMDes Munggu Talu bisa menjadi contoh positif bagi desa-desa lain. Kinerja dan transparansinya patut dicontoh agar masyarakat dapat merasakan dampak nyata dari kehadiran BUMDes,” ujarnya.
Ia juga mendorong desa-desa lain untuk belajar dari keberhasilan Suato Tatakan.
“Yang belum maju jangan patah semangat. Justru harus berbenah dan berinovasi agar bisa berkembang. Banyak cara dan dukungan dari pihak terkait untuk membantu desa menuju kemandirian,” tambahnya.
Camat Tapin Selatan, Reza Alghfari, menyebut keberhasilan BUMDes Munggu Talu sebagai langkah awal menuju kemandirian desa.
“Kami mengapresiasi BUMDes di Suato Tatakan karena mereka sudah membuktikan bahwa desa bisa mandiri melalui usaha sendiri. Ke depan, subunit usaha yang berhasil di sini bisa diaplikasikan di desa lain,” ujarnya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, mitra usaha, dan masyarakat, BUMDes Munggu Talu Desa Suato Tatakan diharapkan terus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Tapin untuk membangun kemandirian dan kesejahteraan warganya.












