
RANTAU, sabanua.com – H. Dedy Arief Budiman kembali dipercaya menahkodai Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tapin untuk periode 2025–2030.
Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten PMI Tapin, setelah dinilai berhasil membawa organisasi kemanusiaan tersebut aktif, solid, dan berprestasi selama periode kepengurusan 2020–2025.
Kepercayaan kembali ini diberikan setelah Dedy menyampaikan laporan pertanggungjawaban lima tahun kepemimpinannya yang mendapat apresiasi dari peserta musyawarah.
Dalam laporannya, ia menegaskan bahwa PMI Tapin terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan kemanusiaan yang berkelanjutan.
“Selama lima tahun terakhir, kami berupaya menjalankan amanah ini sebaik mungkin. Masih ada kekurangan, namun semua kami jalankan dengan komitmen, transparansi, dan semangat pengabdian,” ujar Dedy.
Di bidang kesekretariatan dan keuangan, Dedy menyampaikan bahwa pengelolaan organisasi berjalan sesuai aturan.
Dana hibah dari Pemkab Tapin dikelola secara akuntabel, dengan hasil audit Inspektorat dan BPK yang menyatakan tidak ditemukan penyimpangan.
Sementara di bidang organisasi, PMI Tapin dinilai aktif dan diterima luas oleh masyarakat. Bahkan, PMI Tapin mendapat apresiasi sebagai salah satu PMI terbaik di Kalimantan Selatan.
Meski demikian, Dedy mengakui pembinaan PMI kecamatan belum maksimal.
“Ke depan, PMI kecamatan akan mendapat perhatian lebih, termasuk dukungan anggaran agar mereka bisa lebih aktif melayani masyarakat,” jelasnya.

Pada sektor donor darah, PMI Tapin mampu memenuhi kebutuhan darah RSUD Datu Sanggul melalui kerja sama berkelanjutan.
Untuk memperkuat SDM, PMI Tapin juga memberikan beasiswa pendidikan D3 Teknologi Bank Darah kepada dua relawan, dengan target enam tenaga terlatih hingga 2030.
Di bidang layanan kesehatan, PMI Tapin berperan aktif dalam penanganan pandemi Covid-19, mulai dari vaksinasi untuk sekitar 20 ribu penerima manfaat, edukasi masyarakat, penyemprotan disinfektan, hingga bantuan sembako bagi tenaga kesehatan.
Selain itu, PMI Tapin juga terlibat dalam program penurunan angka stunting dan menerima piagam penghargaan dari BKKBN.
PMI Tapin rutin melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan, pengobatan penyakit tidak menular, donor darah, hingga layanan sunatan gratis yang didukung oleh Dinas Kesehatan, BKKBN, perusahaan swasta, serta berbagai mitra.
Dalam penanganan bencana, PMI Tapin aktif bekerja sama dengan lintas sektor, termasuk terlibat dalam tim SAR pencarian helikopter jatuh di wilayah Tanah Bumbu.
“Kesiapsiagaan bencana juga diperkuat melalui pelatihan dan penyediaan logistik,” jelasnya.
Adapun di bidang relawan dan PMR, pembinaan berjalan konsisten. Hasilnya, PMI Tapin berhasil meraih juara umum lomba PMR tingkat Kalsel-Kalteng secara berturut-turut.
Dari sisi sarana prasarana, PMI Tapin kini telah memiliki markas permanen, mobil ambulans, bus donor darah, hingga buffer stock kebencanaan. Meski demikian, Dedy mengakui masih ada keterbatasan SDM dan pendanaan.
Dengan mempertimbangkan capaian tersebut, peserta musyawarah secara bulat menyepakati kembali memilih H. Dedy Arief Budiman sebagai Ketua PMI Tapin periode 2025–2030.
“Jika masih dipercaya, saya siap melanjutkan amanah ini. Harapan kami, PMI Tapin ke depan semakin tumbuh, profesional, dan semakin dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Aklamasi ini menjadi penegasan kepercayaan sekaligus tantangan baru bagi PMI Tapin untuk terus memperkuat peran kemanusiaan di Bumi Ruhui Rahayu.












